Translate

Rabu, 31 Agustus 2022

GUNUNG GEDE PANGRANGO

 MENDAKI GUNUNG GEDE

“…dikala semesta menyapa untuk pertama kalinya”

 

Disebuah kampung ada seorang laki laki yang sangat ambisius dalam mendapatkan apa yang dia inginkan.

Dia adalah Kailash, orang yang cukup humoris, idealis dan fantastis, kailash selalu menginginkan apa yang menurutnya menarik dan Kailash akan berusaha untuk mendapatkannya dalam jangka waktu lama atau sebentar sekalipun. Dan hari ini adalah hari dimana Kailash mencoba hal baru yang belum dia lakukan sebelumnya, Kailash disekolah adalah seorang yang cukup aktif dalam pramuka, dimana kegiatan outdoor menjadi sangat menyenangkan bagi seorang kailash. Oh iya sampai lupa, mungkin nama kailash tidak terlalu familiar ya, tapi banginya nama kailash memiliki arti yang cukup mendalam, ayahnya sengaja memberikan nama ini untuk Kailash, karna kecintaannya terhadap alam. Ayahnya adalah seorang yang memiliki hobi naik gunung dan kegiatan outdoor lainnya, tak heran ayahnya menjadi salah satu founder dari komunitas terbesar di kota tersebut. Nama kailash sendiri itu berasal dari nama sebuah gunung yang memiliki ketinggian 6638Mdpl dan berada di Prefektur Ngari, wilayah otonomi Tibet, alasan kenapa aku diberikan nama ini adalah agar aku menjadi seorang yang tidak mudah patah semangat dan selalu mengingat tuhannya, kenapa begitu? Karna kailash adalah gunung yang dianggap gunung suci.

Kailash lahir dan besar di keluarga yang cukup giat terhadap kegiatan outdoor, maka tak heran jika seorang Kailash menjadi seorang yang sangat menyukai kegiatan outdoor tersebut. Hari ini Kailash berkenalan dengan seorang teman dari kakaknya sendiri dan kebetulan dia memiliki ketertarikan yang sama dengannya, yang membedakan adalah dia telah terjun terlebih dahulu dalam hal pendakian sedangkan Kailash hanya tertarik saja, alhasil ditahun 2014 Kailash memutuskan untuk melakukan pendakian, dan gunung pertama yang akan Kailash daki adalah Gunung Gede.

Sebelum melakukan pendakian, Kailash sebagai pemula tentu saja harus banyak belajar dan bertanya terhadap senior atau orang yang sudah berpengalaman, dia ingat waktu itu temannya bilang bahwa “bawa saja baju yang hangat seperti jaket, kaos kaki dan yang paling penting sleepingbag,” untuk carrier kebetulan Kailash telah  diwarisi oleh ayahnya, Eiger tahun 95 bekas ayahnya yang dulu dia pakai untuk berkelana. Ada satu hal yang lucu dalam pendakian pertama seorang Kailash, yaitu temannya meyuruh untuk menggunakan sepatu yang tidak datar dan membentuk lekukan dibagian bawahnya, dan bodohnya Kailash, dia melihat ada sepatu bekas ayahnya yang sudah tidak terpakai. Dia ambil dan dia pakai untuk pendakian. Ternyata seorang Kailash kelitu dan salah menafsirkan apa yang temannya katakan, yang dimaksud temannya itu adalah sepatu gunung, dan yang dipakai Kailash adalah sepatu pantopel, sepatu formal yang biasa ayahnya pakai dulu, dan Kailash memakainya untuk pendakian ke gunung, lucu sekaligus terdengar gila.

Oh iya pendakian pertamanya, dia tidak hanya dengan teman kakaknya itu, dia dibarengin dengan temen sekelasnya yang sengaja kabur agar bisa ikut pendakian, Mira dan Lesatri namanya, pun Kailash juga sengaja kabur karna izin dari orang tua tentu tidak mudah dia dapatkan, orangtuanya sangat khawatir karna Kailash masih duduk dibangku sekolah kelas 11.

Hari pendakian pun tiba, titik kumpul ada dirumah salah satu anggota sispala SMKN 1 Kota Sukabumi, Bolang namanya, dia orang yang humanis ramah dengan orang baru, cukup humble , jadi Kailash merasa tidak kesulitan untuk berbicara dengannya. Keesokan harinya kita berangkat ke basecamp Gunung Gede Pangrango, sekitar pukul 7 pagi , mereka mulai melakukan pendakian dan langsung dihadapkan dengan tanjakan yang cukup panjang, mereka menamai tanjakan ini dengan nama turdo (Tuur gado) dalam bahas Indonesia lutut ketemu dagu, karna saking curamnya tanjakan itu. Tanjakan pertama berhasil dilewat dengan menggunakan sepatu formal ayahnya yang sangat menyebalkan, rasanya sudah mulai sakit dan sudah pasti sangat tidak nyaman. Oh iya pendakian ke gunung Gede ini mereka mengambil jalur pendakian yang relatif sepi, karna terkenal dengan jalur yang cukup panjang dan curam, Selabintana namanya, untuk para pendaki Gunung Gede, via selabintana kurang rekomendasi apalagi untuk pemula, dan bodohnya dia , dia malah ikut pendakian yang mengambil jalur pendakian via Selabintana untuk pendkaian pertamanya.

Jalur yang cukup menantang, dan tertnyata fisiknya tidak sekuat yang dia duga, banyak berhenti dan berhenti, temanku sangat sabar melihatku banyak berhenti. Ada  banyak faktor, pertama karna ini adalah pendakian pertamanya, kedua karena memang Kailash sangat jarang sekali untuk berolahraga, ketiga tentu sepatu sialan hasil kebodohannya itu yang membuatnya tersiksa sepanjang jalur pendakian Pendakian terasa lama dan menyebalkan, naik turun bukit naik lagi sampai disatu titik pikirannya tidak bisa selaras dengan gerakan kakiknya, banyak orang mengatakan bahwa itu adalah tanda dimana kondisi seseorang sangat cape.

“Yatuhan menggapai awan saja perlu perjuangan sebesar ini” Gumam Kailash dalam hati yang penuh kekesalan.

Perjalan berlangsung sangat lama, mereka berangkat pukul 7 pagi, sialnya pukul 4 sore merka masih di Pos 2, Cileutik pos terakhir sebelum menuju Suryakencana, yang katanya surganya edelweiss dengan luas 50Ha berada diketinggian 2750Mdpl selisih 208Mdpl dari Puncak tertinggi gunung Gede dengan ketinggian 2958Mdpl. kemabali lagi ke pendakian, setelah selesai sholat dan makan dan sesekali bersendagurau dengan teman teman yang lain, sekitar pukul 4.30 sore mereka kembali berjalan, konon katanya jalur pendakian terakhir ini adalah jalur yang paling berat, karna tidak ada ampun sama sekali, tidak ada jalur yang landai, semua tanjakan. Kembali ke sepatu sialan itu, mungkin jika sepatunya bisa berbicara, dia akan meledek Kailash dengan terkekeh,

“mampus kau, rasakan kenikmatan setiap langahmu itu” mungkin demikian jika dia bernyawa dan bisa berbicara.

Setelah langit mulai gelap, pepohonan mulai terlihat pendek dan langit mulai menyapa disetiap ujung ranting pohon dan udara yang semakin dingin, mereka akhirnya sampai dimana satu langkah menuju surganya gunung Gede, dan Selamat Datang di Suryakencana. Mungkin terdengar cengeng dan menyebalkan, tapi airmata haru dan bangga mulai membasahi pipi Kailash perlahan lahan, dia melihat hamparan edelweiss yang wangi dan keindahan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya, pantas saja disebut Surganya Gunung Gede.

Masih ingat dengan sepatu sialan hasil kebodohan kailash? Ya, dia berhasil membuat kaki Kailash keram dan lecet, dia ini sekaligus akan menjadi malam yang cukup panjang untuknya, membiarkan kakinya istirahat dengan maksimal, dan merasai setiap kesakitan ditelakapak kakinya. Keesokan harinya Kailash memutuskan untuk tidak mengenakan sepatu sialan itu, dia lebih memilih mengenakan sandal gunung saja.

Pagi buta mereka bangun lebih awal, bahkan sang suryapun sepertinya masih terlelap dalam tidurnya. Suara langkah mulai terdengar, pun dengan suara kaki Kailash yang saling bersahutan langkah demi langkah hingga tiba disatu titik, tiba tiba hidung Kailash mulai merasa pengap dengan udara yang mulai menipis, bau belerang yang dia kira hanya kentut temannya mulai menyengat, itu dikarenakan Gunung Gede ini merupakan gunung yang masih aktif dan tercatat terakhir kali melutus pada tanggal 13 Maret 1957. Oh iya kalian pernah dengar tidak gunung tidak akan meletus karna terus menerus disuntik? Sial sepertinya hanya Kailash saja yang percaya dengal hal itu, haha lucu sekali ternyata. Oh iya ada cerita tentang siapa pendaki gunung Gede pertama, ya ditahun 1817 Caspar Georg Karl Reinwardt mejadi orang pertama yang mendaki gunung Gede dan sampai ke puncak, beliau juga menjadi salah satu founder atau yang membangun Kebun Botani (Botanical Garden). Kemabali lagi ke pendakian pertamanya, sudut sudut puncak Gunung Gede berhasil menghipnotis seisi kepala seorang Kailash, dia terlihat hanya termenung menyaksikan lukisan tuhan yang nyata, lambayan pepohonan yang diterpa angin, hembusan gas vukanis yang seakan menari nari diudara, dan tegaknya Gunung Pangrango yang seakan berteriak meminta untuk dicumbui, dan jurang jurangmu yang seakan menjadi pembatas antara Kailash dan Gunung Gede yang saling jatuh cinta untuk pertama kalinya. Hari itu adalah hari dimana seorang Kailash jatuh cinta terhadapmu terhadap ciptaan tuhan, kelak dia akan kembali dengan perasaan suka cinta.

Esoknya kailash kembali pulang, berjalan dengan sejuta cerita, dan senyum tanda bahagia, tak lupa rindu yang selalu terasa tanpa pernah ada ujungnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MANUSIA ANJING 19/03/2025 Manusia yang dengan penuh kebebasan , bisa melakukan banyak hal, menjadi manusia yang bebas terbang melewati cakra...