MENDAKI GUNUNG GEDE
“…dikala semesta menyapa untuk pertama kalinya”
Disebuah kampung
ada seorang laki laki yang sangat ambisius dalam mendapatkan apa yang dia
inginkan.
Dia
adalah Kailash, orang yang cukup humoris, idealis dan fantastis, kailash selalu
menginginkan apa yang menurutnya menarik dan Kailash akan berusaha untuk
mendapatkannya dalam jangka waktu lama atau sebentar sekalipun. Dan hari ini
adalah hari dimana Kailash mencoba hal baru yang belum dia lakukan sebelumnya,
Kailash disekolah adalah seorang yang cukup aktif dalam pramuka, dimana
kegiatan outdoor menjadi sangat menyenangkan bagi seorang kailash. Oh iya
sampai lupa, mungkin nama kailash tidak terlalu familiar ya, tapi banginya nama
kailash memiliki arti yang cukup mendalam, ayahnya sengaja memberikan nama ini
untuk Kailash, karna kecintaannya terhadap alam. Ayahnya adalah seorang yang
memiliki hobi naik gunung dan kegiatan outdoor
lainnya, tak heran ayahnya menjadi salah satu founder dari komunitas terbesar
di kota tersebut. Nama kailash sendiri itu berasal dari nama sebuah gunung yang
memiliki ketinggian 6638Mdpl dan berada di Prefektur Ngari, wilayah otonomi
Tibet, alasan kenapa aku diberikan nama ini adalah agar aku menjadi seorang
yang tidak mudah patah semangat dan selalu mengingat tuhannya, kenapa begitu?
Karna kailash adalah gunung yang dianggap gunung suci.
Kailash
lahir dan besar di keluarga yang cukup giat terhadap kegiatan outdoor, maka tak
heran jika seorang Kailash menjadi seorang yang sangat menyukai kegiatan
outdoor tersebut. Hari ini Kailash berkenalan dengan seorang teman dari
kakaknya sendiri dan kebetulan dia memiliki ketertarikan yang sama dengannya,
yang membedakan adalah dia telah terjun terlebih dahulu dalam hal pendakian
sedangkan Kailash hanya tertarik saja, alhasil ditahun 2014 Kailash memutuskan
untuk melakukan pendakian, dan gunung pertama yang akan Kailash daki adalah
Gunung Gede.
Sebelum
melakukan pendakian, Kailash sebagai pemula tentu saja harus banyak belajar dan
bertanya terhadap senior atau orang yang sudah berpengalaman, dia ingat waktu
itu temannya bilang bahwa “bawa saja baju yang hangat seperti jaket, kaos kaki
dan yang paling penting sleepingbag,”
untuk carrier kebetulan Kailash telah
diwarisi oleh ayahnya, Eiger tahun 95 bekas ayahnya yang dulu dia pakai
untuk berkelana. Ada satu hal yang lucu dalam pendakian pertama seorang
Kailash, yaitu temannya meyuruh untuk menggunakan sepatu yang tidak datar dan
membentuk lekukan dibagian bawahnya, dan bodohnya Kailash, dia melihat ada
sepatu bekas ayahnya yang sudah tidak terpakai. Dia ambil dan dia pakai untuk
pendakian. Ternyata seorang Kailash kelitu dan salah menafsirkan apa yang
temannya katakan, yang dimaksud temannya itu adalah sepatu gunung, dan yang
dipakai Kailash adalah sepatu pantopel, sepatu formal yang biasa ayahnya pakai
dulu, dan Kailash memakainya untuk pendakian ke gunung, lucu sekaligus
terdengar gila.
Oh
iya pendakian pertamanya, dia tidak hanya dengan teman kakaknya itu, dia dibarengin
dengan temen sekelasnya yang sengaja kabur agar bisa ikut pendakian, Mira dan
Lesatri namanya, pun Kailash juga sengaja kabur karna izin dari orang tua tentu
tidak mudah dia dapatkan, orangtuanya sangat khawatir karna Kailash masih duduk
dibangku sekolah kelas 11.
Hari
pendakian pun tiba, titik kumpul ada dirumah salah satu anggota sispala SMKN 1
Kota Sukabumi, Bolang namanya, dia orang yang humanis ramah dengan orang baru,
cukup humble , jadi Kailash merasa tidak kesulitan untuk berbicara dengannya.
Keesokan harinya kita berangkat ke basecamp Gunung Gede Pangrango, sekitar
pukul 7 pagi , mereka mulai melakukan pendakian dan langsung dihadapkan dengan
tanjakan yang cukup panjang, mereka menamai tanjakan ini dengan nama turdo (Tuur gado) dalam bahas Indonesia
lutut ketemu dagu, karna saking curamnya tanjakan itu. Tanjakan pertama
berhasil dilewat dengan menggunakan sepatu formal ayahnya yang sangat
menyebalkan, rasanya sudah mulai sakit dan sudah pasti sangat tidak nyaman. Oh
iya pendakian ke gunung Gede ini mereka mengambil jalur pendakian yang relatif
sepi, karna terkenal dengan jalur yang cukup panjang dan curam, Selabintana
namanya, untuk para pendaki Gunung Gede, via selabintana kurang rekomendasi
apalagi untuk pemula, dan bodohnya dia , dia malah ikut pendakian yang
mengambil jalur pendakian via Selabintana untuk pendkaian pertamanya.
Jalur
yang cukup menantang, dan tertnyata fisiknya tidak sekuat yang dia duga, banyak
berhenti dan berhenti, temanku sangat sabar melihatku banyak berhenti. Ada banyak faktor, pertama karna ini adalah
pendakian pertamanya, kedua karena memang Kailash sangat jarang sekali untuk
berolahraga, ketiga tentu sepatu sialan hasil kebodohannya itu yang membuatnya
tersiksa sepanjang jalur pendakian Pendakian terasa lama dan menyebalkan, naik
turun bukit naik lagi sampai disatu titik pikirannya tidak bisa selaras dengan
gerakan kakiknya, banyak orang mengatakan bahwa itu adalah tanda dimana kondisi
seseorang sangat cape.
“Yatuhan
menggapai awan saja perlu perjuangan sebesar ini” Gumam Kailash dalam hati yang
penuh kekesalan.
Perjalan
berlangsung sangat lama, mereka berangkat pukul 7 pagi, sialnya pukul 4 sore
merka masih di Pos 2, Cileutik pos terakhir sebelum menuju Suryakencana, yang
katanya surganya edelweiss dengan luas 50Ha berada diketinggian 2750Mdpl
selisih 208Mdpl dari Puncak tertinggi gunung Gede dengan ketinggian 2958Mdpl.
kemabali lagi ke pendakian, setelah selesai sholat dan makan dan sesekali
bersendagurau dengan teman teman yang lain, sekitar pukul 4.30 sore mereka
kembali berjalan, konon katanya jalur pendakian terakhir ini adalah jalur yang
paling berat, karna tidak ada ampun sama sekali, tidak ada jalur yang landai,
semua tanjakan. Kembali ke sepatu sialan itu, mungkin jika sepatunya bisa
berbicara, dia akan meledek Kailash dengan terkekeh,
“mampus
kau, rasakan kenikmatan setiap langahmu itu” mungkin demikian jika dia bernyawa
dan bisa berbicara.
Setelah
langit mulai gelap, pepohonan mulai terlihat pendek dan langit mulai menyapa
disetiap ujung ranting pohon dan udara yang semakin dingin, mereka akhirnya
sampai dimana satu langkah menuju surganya gunung Gede, dan Selamat Datang di
Suryakencana. Mungkin terdengar cengeng dan menyebalkan, tapi airmata haru dan
bangga mulai membasahi pipi Kailash perlahan lahan, dia melihat hamparan
edelweiss yang wangi dan keindahan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya,
pantas saja disebut Surganya Gunung Gede.
Masih
ingat dengan sepatu sialan hasil kebodohan kailash? Ya, dia berhasil membuat
kaki Kailash keram dan lecet, dia ini sekaligus akan menjadi malam yang cukup
panjang untuknya, membiarkan kakinya istirahat dengan maksimal, dan merasai
setiap kesakitan ditelakapak kakinya. Keesokan harinya Kailash memutuskan untuk
tidak mengenakan sepatu sialan itu, dia lebih memilih mengenakan sandal gunung
saja.
Pagi
buta mereka bangun lebih awal, bahkan sang suryapun sepertinya masih terlelap
dalam tidurnya. Suara langkah mulai terdengar, pun dengan suara kaki Kailash
yang saling bersahutan langkah demi langkah hingga tiba disatu titik, tiba tiba
hidung Kailash mulai merasa pengap dengan udara yang mulai menipis, bau
belerang yang dia kira hanya kentut temannya mulai menyengat, itu dikarenakan
Gunung Gede ini merupakan gunung yang masih aktif dan tercatat terakhir kali
melutus pada tanggal 13 Maret 1957. Oh iya kalian pernah dengar tidak gunung
tidak akan meletus karna terus menerus disuntik? Sial sepertinya hanya Kailash
saja yang percaya dengal hal itu, haha lucu sekali ternyata. Oh iya ada cerita
tentang siapa pendaki gunung Gede pertama, ya ditahun 1817 Caspar Georg Karl Reinwardt mejadi
orang pertama yang mendaki gunung Gede dan sampai ke puncak, beliau juga
menjadi salah satu founder atau yang
membangun Kebun Botani (Botanical Garden).
Kemabali lagi ke pendakian pertamanya, sudut sudut puncak Gunung Gede berhasil
menghipnotis seisi kepala seorang Kailash, dia terlihat hanya termenung
menyaksikan lukisan tuhan yang nyata, lambayan pepohonan yang diterpa angin,
hembusan gas vukanis yang seakan menari nari diudara, dan tegaknya Gunung Pangrango
yang seakan berteriak meminta untuk dicumbui, dan jurang jurangmu yang seakan
menjadi pembatas antara Kailash dan Gunung Gede yang saling jatuh cinta untuk
pertama kalinya. Hari itu adalah hari dimana seorang Kailash jatuh cinta
terhadapmu terhadap ciptaan tuhan, kelak dia akan kembali dengan perasaan suka
cinta.
Esoknya
kailash kembali pulang, berjalan dengan sejuta cerita, dan senyum tanda
bahagia, tak lupa rindu yang selalu terasa tanpa pernah ada ujungnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar