Translate

Kamis, 08 Oktober 2020

JENGAH

Waktu terus berjalan
Hari demi hari terus berlalu

Pagi ini seperti biasa jam beker selalu membangunkanku tanpa pernah meleset sedetikpun
Dan aku bersiap kembali dimana aku merepetisi semuanya
Menikmati tarian tangan diatas keyboard
Mendengarkan alunan suara printer
Atau ocehan demi ocehan yang membuat pengang seisi telinga

Pernah suatu ketika berfikir untuk keluar dari zona dimana aku seperti monyet tua yang dikurung, makan minum tidur, makan minum tidur, hanya itu saja yang selalu aku lakukan dan minggu adalah waktu dimana aku menghabiskan waktu dengan tidur seharian.

Tidak, aku tidak bisa, semua itu sangat memberatkanku, sesekali Amigdalaku meronta-ronta berkata untuk segera keluar tapi Logikaku selalu berkata bersabarlah.

Malam adalah waktu dimana aku sangat merasa sebal, malam adalah waktu yang selalu dimanfaatkan logika dan amigdalaku bertengkar, membicarakan hal yang sama terus menerus tanpa ada kata sudah.

Logikaku selalu berkata “ tidulah kau, besok adalah hari dimana kita bersenang senang dengan pekerjaan kita, ayo beristirahatlah”
Tetapi Amigdalaku dengan segala ketidmapuananya berkata “ ayolah kau itu hebat, kau itu mampu menaklukan semuanya, yang kau butuhkan adalah sedikit emosi lalu bergeraklah”

Semuapa serentak merepetisi hal yang sama setiap malam setiap waktu menunjukan untuk tidur, melelahkan, sangat melelahkan, Sampai suatu ketika aku tiba disuatu pertanyaan 

“Apakah mimpimu sudah tidak layak lagi untuk diperjuangkan? Atau semuanya menguap menjadi angan angan?”

Senin, 25 Mei 2020

NOSTALGIA

Senja ini ketika matahari mulai merampas kesetiaan sang surya
Aku kembali

Mengenang setiap luka tanpa makna
Mengenang setiap iba tanpa bahagia
Mengenang setiap luka penuh cerca

Malam kembali menampakan kemuramannya
Bahkan aku tak bisa menolak kehendak 

Minggu, 10 Mei 2020

Melupa

Kita pernah saling melupa
Melupa bahwa kita pernah berjalan ke arah yang sama
Melupa bahwa kita pernah seberjuang itu untuk titik yang sama
Melupa bahwa kita memilkki perasaan dimana kau dan aku menjadi 2 onggok daging yang bukan hanya punya nama

Semesta selalu saja memberi kejutan tanpa pernah minta persetujuan kita
Semesta selalu punya untuk banyak hal
Semesta selalu selalu punya hal yang gak pernah kita duga sebelumnya

Semesta mungkin terkekeh melihat tingkah kita
Kita yang selalu sembunyi dalam keogoisan kita
Kita yang selalu sembunyi dalam ketidak mampuan kita
Dan kita yang sealalu enggan mengiyakan tentang apa saja yang semesta telah karuniakan untuk kita

Dan semoga dengan semesta yang begitu menggemaskan inikita tidak akan pernah lupa, 
Bahwa kaki kita pernah satu irama
Bahwa mulut kita pernah mengucap janji yang sama
Bahwa semuanya tidak akan pernah timbul tanya yang berujung kecewa

Jakarta 11/5/20

Sabtu, 09 Mei 2020

LARA HATI

Tidak ada yang pernah berencana untuk meninggalkan
Karna semua berencana untuk tetap tinggal
dan beharap tak ada yang akan tanggal


Perihal ditinggalkan, pun meninggalkan
Kita tidak pernah tau siapa yang pertama memulai

Yang aku tahu kita selalu bersembunyi dibalik keegoisan dan rasa paling benar
Hingga hati mulai melontarkan sumpah serapah
tanpa pernah memeinta persetujuan logika
berkata kata tanpa makna
berujar solah paling benar
berlari seolah paling tersakiti
melirih seolah paling perih

Hingga hati ini merengkuh pertanyaan penuh keibaan
Apa aku yang harus selalu menelan luka?

Jumat, 08 Mei 2020

Suatu Pagi dilangit Jakarta

pagi ini sang hujan dengan kerendahan hatinya perlahan turun
pelan pelan mencumbui setiap inci sang bumi yang berembun
saat itu aku tengah termenung
merasai setiap kenangan mulai mengepung
membikin sang sukma mulai meronta
lalu hati dengan sendirinya mulai porak poranda

-Jakarta 5/5/20

MANUSIA ANJING 19/03/2025 Manusia yang dengan penuh kebebasan , bisa melakukan banyak hal, menjadi manusia yang bebas terbang melewati cakra...